What is the meaning of Management Education?


Management atau menejemen adalah konsep yang mencakup aspek seperti proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian untuk mncapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pendidikkan. Menejemen mencakup nilai-nilai seperti keadilan, kesetaraan, integritas, partisipsi, kualitas, inovasi dan lain sebagainya. Sedangkan education atau pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang dibarikan kepada anak. Yang bertujuan unruk mendewasakan anak, membanu anak agar cukup dan cakap terhadap kehiduupannya sendiri. Fungsi dari pendidikan adalah untuk mengembagkan kemampuaan dan membentuk karakter yang sesuai dengan dengan karakter bangsa.

Sehingga manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk membangun suasana belajar dan proses pembelajaran. Menejemen pendidikan juga dapat diartikan  sebagai ilmu terapan dalam bidang pendidikan yang merupakan rangkaian kegiatan atau proses pengendalian usaha kerja bersama orang-orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis.

Tujuan dan Manfaat Pendidikan

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan
  2. Mendorong inovasi dan perubahan
  3. Menciptakan lingkungan yang positif
  4. Meningkatkan akses keterjangkauan pendidikan
  5. Menjamin keberlanjutan pendidikan
  6. Optimalisasi pengnaan sumber daya 
  7. Pengembangan sumber daya menusia
  8. Meningkatkan kinerja pendidikan

Fungsi-Fungsi Manajemen


1. Planning (Perencanaan)

Merupakan perencanaan atau penetapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan. Manfaatnya adalah membantu menejemen untuk menyesuaikan diri dan memahami perubahan dan masalah utama dalam suatu organisasi.

2. Organizing (Pengorganisasian)

Merupakan proses mengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan dan  penugasan kelompok. Manfaatnya adalah mempertegas hubungan antar anggota satu sama lain.

3. Leading atau Actuating (Memimpin)

Merupakan kemampuan memimpin atau mempengaruhi orang lain, sehingga orang tersebut dapat bersemangat untuk mencapai tujuan. Fungsinya untuk menggerakkan anggota dalam sebuah organisasi.

4. Controling (Pengawasan)

Merupakan pengawasan kegiatan operasional lapangan apakah sudah sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan atau belum.


Unsur-Unsur Manajemen:

  1. Man atau manusia sebagai unsur yang menjalankan roda organisasi
  2. Sarana prasarana merupakan media yang mendukung kebrhasilan sebuah organisasi
  3. Program kerja sebagai salah satu komponen yang manajemen yang ditetapkan untuk
  4. Lingkungan sebagai tempat pelaksanaan. Dalam manajemen harus membutuhkan lingkungan alam dan lingkungan masyarakat yang dinamis.

Sekolah sebagai Suatu Sistem

  1. Sistem adalah satu kesatuan yang utuh dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut. Sekolah sebagai suatu sistem mmiliki komponen yang saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem.
  2. Input sekolah adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya adalah siswa, sarana prasarana, kurikulum dan pendanaan.
  3. Proses sekolah adalah perubahan suatu objek atau organisasi. Hal ini mencakup kegiatan belajar mengajar, pegelolaan sekolah dan administrasi skolah.
  4. Output sekolah adalah hasil dari sebuah proses dimana hasilnya adalah lulusan yang sesuai dengan standar  dan harapan dari masyarakat, orangtua dan pemerintah. Output juga merupakan sebuah sistem yang yang dapat mencerminkan suatu presentasi mutu lulusan sekolah. Conntohnya prestasi akademik dan non akademik.

Organisasi Sekolah 

Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagaimana peran kita didalam suatu lingkungan. Adapun struktur organisasi sekolah:


Pengertian Pendidik

Pendidik adalah individu yang mampu melaksanakan tindakan mendidik dalam satu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Selain itu pendidik adalah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang. Pendidik perlu direncanakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lembaga pendidikan dengan tujuan mewujudkan tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Dalam hal ini menggabungkan perencanaan pendidik dengan seleksi. Perencanaan dan seleksi pendidik ini merupakan faktor terpenting untuk menentukan program kualitas dan kompetensi pendidik, serta mampu mengembangkan kompetensi pendidik.

Manajemen Peserta Didik

Manajemen peserta didik adalah penataan serangkaian kegiatan yang memiliki hubungan dengan peserta didik mulai dari awal masuk (bahkan sebelum masuk) hingga tamat dari lembaga pendidikan atau sekolah bersangkutan. Manajemen peserta didik sebagai suatu kegiatan layanan yang memfokuskan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan peserta didik di kelas dan di luar kelas, seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai peserta didik matang di sekolah.

Menejemen Kurikulum


Kurikulum merupakan rencana pendidikan yang memberi pedoman tentang jenis, lingkup dan urutan materi, serta proses pendidikan. Jika dikaitkan dengan pendidikan maka kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan manusia seutuhnya.
Manajemen kurikulum adalah kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan perkembangan kehidupan peserta didik, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan kokoh dan kuat.

Karakteristik Manajemen Kurikulum

1. Kurikulum sebagai Produk

Merupakan dokumen yang berisi sejumlah mata pelajaran, silabus untuk sejumlah mata pelajaran, sederetan keterampilan dan tujuan yang ingin dicapai dan juga berisi sejumlah judul buku teks.

2. Kurikulum sebagai Program

Merujuk kepada serangkaian mata pelajaran yang disediakan sekolah atau lembaga pendidikan termasuk di dalamnya mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik.

3. Kurikulum sebagai Bekal Belajar

Kurikulum sebagai bekal belajar mengandung arti sesuatu yang diajarkan. Sesuatu yang diajarkan dapat berupa pengetahuan, keahlian atau keterampilan, sikap dan juga pri1aku.

4. Kurikulum sebagai Pengalaman Subyek Didik.

Merujuk kepada serangkaian peristiwa yang dialami subyek didik sebagai hasil dari berbagai situasi yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anak didik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, asalkan kegiatan tersebut di bawah tanggung jawab dan monitoring guru.

Menejemen Pembiayaan



Manajemen pengelolaan pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.

Konsep Menejemen Pembiayaan Meliputi:

1. Perencanaan

Dalam konteks keuangan sekolah, perencanaan mengacu pada pengumpulan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah dengan membuat proposal anggaran untuk setiap kegiatan.

2. Pelaksanaan

Proses pelaksanaan keuangan didalam manajemen keuangan dilakukan berdasarkan pada rencana yang telah dibuat, dan jika diperlukan maka akan dilakukan penyesuaian. Pelaksanaan ini terdiri dari dua proses yaitu mengelola penerimaan dan pengeluaran.

3. Pengawasan

Evaluasi dilakukan dengan mengecek pelaksanaan program sekolah setiap triwulan atau setiap enam bulan oleh yayasan dan kepala sekolah. Setelah itu, tindak lanjut dilakukan untuk meminimalkan kebutuhan yang tidak penting dan memaksimalkan penggunaan dana.

Manajemen Sarana Prasarana 


Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lansung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar seperti gedung, ruang kelas, meja-kursi, alat-alat dan media pembelajaran. Adapun yang dimaksud prasarana adalah fasilitas yang secara tidak lansung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran seperti halaman, kebun, taman sekolah, dan jalan menuju sekolah. Sedangkan manajemen sarana dan prasarana merupakan proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengadaan, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian logistik atau perlengkapan. Proses Manajemen Sarana Prasarana:
  1. Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
  2. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
  3. Penginventarisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
  4. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran

Manajemen Mutu Sekolah

Sekolah efektif adalah sekolah yang mengorganisasikan dan memanfaatkan semua semua sumber daya yang dimilki oleh sekolah untuk menjamin semua siswa (tanpa memandang rasa, jenis kelamin maupun status sosial ekonomi) bisa mempelajari kurikulum yang esensial disekolah. Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki kemampuan memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, serta memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan akuntabel dalam rangka mencapai tujuan -visimisi sekolah secara efektif dan efisien. 

Model-Model Sekolah Efektif:

1. Model Tujuan

Model ini berangkat dari persepsi bahwa sekolah adalah sebuah organisasi. Model tujuan sering digunakan untuk meneliti dan menilai ketercapaian sebuah sekolah. Sebuah sekolah diklasifikasikan sebagai sekolah efektif apabila ketercapaian setiap kegiatannya mencapai atau melebihi daripada tujuan yang telah ditetapkan.

2. Model Manajemen

Model ini mengklasifikasikan sekolah efektif jika sekolah mampu melibatkan dan memberdayakan semua anggota dalam fungsi sekolah, mengendalikan perbaikan terus-menerus dalam berbagai aspek, memuaskan kebutuhan, keinginan, dan jangkauan konstituen internal dan eksternal sekolah.

3. Model Proses

Model ini menekankan pada aktivitasaktivitas yang dijalankan sebagai kriteria penting efektivitas sebuah sekolah. Kriteria yang sering digunakan adalah kepemimpinan, komunikasi, keikutsertaan, kerjasama, penyesuaian, perencanaan, pengambilan keputusan, interaksi sosial, budaya sekolah, kaidah mengajar, manajemen kelas, dan strategi pengajaran


Manajemen Kepemimpinan Sekolah Efektif

Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki sistem pengelolaan dengan baik, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi dan tujuan sekolah secara efektif dan efesien. Efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran/tujuan (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Adapun komponen karakteristik keefektifan sekolah yaitu manajemen, kepemimpinan, komitmen, lingkungan strategis, harapan, iklim sekolah, dan pemerintah.
Adapun strategi kepimpinan kepala sekolah:

1. Bartering

Kepala sekolah dan guru sepakat bahwa pemimpin memberikan kepada yang dipimpin apa yang diinginkan sebagai ganti atau tukar atas apa yang diinginkan pemimpin. Gaya kepemimpinan ini menekankan pada ‘trading’ keinginan dan kebutuhan kerjasama dan kepatuhan.

2. Building

kepala sekolah menciptakan iklim dan dukungan interpersonal yang baik untuk meningkatkan kesempatan staf memenuhi kebutuhan prestasi, tanggung jawab, kompetensi, dan penghargaan diri. Gaya kepemimpinan ini hanya sedikit menekankan pada trading, dan lebih pada penciptaan kondisi yang memungkinan guru-guru terpenuhi kebutuhan psikologisnya.

3. Binding

Kepala sekolah dan guru bersama-sama mengembangkan nilai bersama tentang hubungan dan ikatan yang sama-sama mereka inginkan sehingga bersama-sama mereka bisa menjadi komunitas pembelajar dan pemimpin.

4. Bonding

Kepala sekolah dan personel bersatu dalam satu hubungan dan komitmen yang menjadikan pengembangan sekolah melembaga dalam kehidupan sehari-hari sekolah. Gaya kepemimpinan ini menekankan pada hubungan saling peduli dan tergantung yang dihasilkan dari pelaksanaan kewajiban dan komitmen bersama.

Budaya Organisasi Sekolah Efektif

Budaya organisasi sekolah merujuk pada kumpulan nilai-nilai, norma, keyakinan, tradisi, dan praktik-praktik yang membentuk identitas dan karakteristik unik dari lingkungan belajar sebuah sekolah. Ini mencakup bagaimana sekolah mengelola interaksi antara siswa, guru, staf, administrator, dan orang tua, serta bagaimana mereka berkomunikasi, bekerja sama, dan memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan operasi sehari-hari dan pencapaian tujuan pendidikan.

Peran Organisasi dalam Konteks Sekolah:
  1. Struktur dan tata kelola
  2. Pengaturan proses pendidikan
  3. Manajemen sumber daya
  4. Pengembangan budaya dan nilai sekolah
  5. Kolaborasi dan komunikasi
  6. Keterlibatan komunitas orang tua
  7. Pemantauan dan evaluasi
  8. Pengembangan profesional guru dan staf

KESIMPULAN

Manajemen pendidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengendalian berbagai sumber daya dalam sebuah institusi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan membantu menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik untuk institusi pendidikan, sehingga semua sumber daya dan aktivitas dapat diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengelola sumber daya seperti tenaga kerja, keuangan, fasilitas, dan waktu secara efektif, manajemen pendidikan berusaha untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan pengajaran yang optimal. 

Manajemen pendidikan juga berperan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pengajaran dengan mengembangkan strategi, program, dan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan terkini dalam dunia pendidikan. Institusi pendidikan perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang terjadi di lingkungan eksternal dan internal. Manajemen pendidikan yang efektif mampu mengidentifikasi perubahan tersebut dan meresponsinya secara cepat dan efisien. Manajemen melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti siswa, orang tua, guru, staf administrasi, dan masyarakat secara umum adalah kunci dalam manajemen pendidikan yang sukses.



Posting Komentar

0 Komentar