Pengertian Pendidik
Pendidik adalah individu yang mampu melaksanakan tindakan mendidik dalam satu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Selain itu pendidik adalah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang. Pendidik perlu direncanakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lembaga pendidikan dengan tujuan mewujudkan tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Dalam hal ini menggabungkan perencanaan pendidik dengan seleksi. Perencanaan dan seleksi pendidik ini merupakan faktor terpenting untuk menentukan program kualitas dan kompetensi pendidik, serta mampu mengembangkan kompetensi pendidik.
Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik adalah penataan serangkaian kegiatan yang memiliki hubungan dengan peserta didik mulai dari awal masuk (bahkan sebelum masuk) hingga tamat dari lembaga pendidikan atau sekolah bersangkutan. Manajemen peserta didik sebagai suatu kegiatan layanan yang memfokuskan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan peserta didik di kelas dan di luar kelas, seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai peserta didik matang di sekolah.
Menejemen Kurikulum
Kurikulum merupakan rencana pendidikan yang memberi pedoman tentang jenis, lingkup dan urutan materi, serta proses pendidikan. Jika dikaitkan dengan pendidikan maka kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan manusia seutuhnya.
Manajemen kurikulum adalah kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan perkembangan kehidupan peserta didik, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan kokoh dan kuat.
Karakteristik Manajemen Kurikulum
1. Kurikulum sebagai Produk
Merupakan dokumen yang berisi sejumlah mata pelajaran, silabus untuk sejumlah mata pelajaran, sederetan keterampilan dan tujuan yang ingin dicapai dan juga berisi sejumlah judul buku teks.
2. Kurikulum sebagai Program
Merujuk kepada serangkaian mata pelajaran yang disediakan sekolah atau lembaga pendidikan termasuk di dalamnya mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik.
3. Kurikulum sebagai Bekal Belajar
Kurikulum sebagai bekal belajar mengandung arti sesuatu yang diajarkan. Sesuatu yang diajarkan dapat berupa pengetahuan, keahlian atau keterampilan, sikap dan juga pri1aku.
4. Kurikulum sebagai Pengalaman Subyek Didik.
Merujuk kepada serangkaian peristiwa yang dialami subyek didik sebagai hasil dari berbagai situasi yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anak didik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, asalkan kegiatan tersebut di bawah tanggung jawab dan monitoring guru.
Menejemen Pembiayaan
Manajemen pengelolaan pembiayaan pendidikan adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan.
Konsep Menejemen Pembiayaan Meliputi:
1. Perencanaan
Dalam konteks keuangan sekolah, perencanaan mengacu pada pengumpulan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah dengan membuat proposal anggaran untuk setiap kegiatan.
2. Pelaksanaan
Proses pelaksanaan keuangan didalam manajemen keuangan dilakukan berdasarkan pada rencana yang telah dibuat, dan jika diperlukan maka akan dilakukan penyesuaian. Pelaksanaan ini terdiri dari dua proses yaitu mengelola penerimaan dan pengeluaran.
3. Pengawasan
Evaluasi dilakukan dengan mengecek pelaksanaan program sekolah setiap triwulan atau setiap enam bulan oleh yayasan dan kepala sekolah. Setelah itu, tindak lanjut dilakukan untuk meminimalkan kebutuhan yang tidak penting dan memaksimalkan penggunaan dana.
Manajemen Sarana Prasarana
Sarana pendidikan adalah
peralatan dan perlengkapan yang secara lansung dipergunakan dan menunjang
proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar seperti gedung, ruang
kelas, meja-kursi, alat-alat dan media pembelajaran. Adapun yang dimaksud
prasarana adalah fasilitas yang secara tidak lansung menunjang jalannya proses
pendidikan atau pengajaran seperti halaman, kebun, taman sekolah, dan jalan
menuju sekolah. Sedangkan manajemen
sarana dan prasarana merupakan proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
pengadaan, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian logistik atau
perlengkapan. Proses Manajemen Sarana Prasarana:
- Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
- Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
- Penginventarisasi sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
- Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran
Manajemen Mutu Sekolah
Sekolah efektif adalah sekolah yang
mengorganisasikan dan memanfaatkan semua semua sumber daya yang dimilki oleh
sekolah untuk menjamin semua siswa (tanpa memandang rasa, jenis kelamin maupun
status sosial ekonomi) bisa mempelajari kurikulum yang esensial disekolah. Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki kemampuan
memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun
eksternal, serta memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan
akuntabel dalam rangka mencapai tujuan -visimisi sekolah secara efektif dan
efisien.
Model-Model Sekolah Efektif:
1. Model Tujuan
Model ini
berangkat dari persepsi bahwa sekolah adalah sebuah organisasi. Model tujuan
sering digunakan untuk meneliti dan menilai ketercapaian sebuah sekolah. Sebuah
sekolah diklasifikasikan sebagai sekolah efektif apabila ketercapaian setiap
kegiatannya mencapai atau melebihi daripada tujuan yang telah ditetapkan.
2. Model Manajemen
Model ini mengklasifikasikan sekolah efektif jika sekolah mampu melibatkan dan
memberdayakan semua anggota dalam fungsi sekolah, mengendalikan perbaikan
terus-menerus dalam berbagai aspek, memuaskan kebutuhan, keinginan, dan
jangkauan konstituen internal dan eksternal sekolah.
3. Model Proses
Model ini menekankan pada aktivitasaktivitas
yang dijalankan sebagai kriteria penting efektivitas sebuah sekolah. Kriteria
yang sering digunakan adalah kepemimpinan, komunikasi, keikutsertaan,
kerjasama, penyesuaian, perencanaan, pengambilan keputusan, interaksi sosial,
budaya sekolah, kaidah mengajar, manajemen kelas, dan strategi pengajaran
Manajemen Kepemimpinan Sekolah Efektif
Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki sistem pengelolaan dengan baik, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi dan tujuan sekolah secara efektif dan efesien. Efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran/tujuan (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Adapun komponen karakteristik keefektifan sekolah yaitu manajemen, kepemimpinan, komitmen, lingkungan strategis, harapan, iklim sekolah, dan pemerintah.
Adapun strategi kepimpinan kepala sekolah:
1. Bartering
Kepala sekolah dan guru sepakat bahwa pemimpin memberikan kepada yang dipimpin apa yang diinginkan sebagai ganti atau tukar atas apa yang diinginkan pemimpin. Gaya kepemimpinan ini menekankan pada ‘trading’ keinginan dan kebutuhan kerjasama dan kepatuhan.
2. Building
kepala sekolah menciptakan iklim dan dukungan interpersonal yang baik untuk meningkatkan kesempatan staf memenuhi kebutuhan prestasi, tanggung jawab, kompetensi, dan penghargaan diri. Gaya kepemimpinan ini hanya sedikit menekankan pada trading, dan lebih pada penciptaan kondisi yang memungkinan guru-guru terpenuhi kebutuhan psikologisnya.
3. Binding
Kepala sekolah dan guru bersama-sama mengembangkan nilai bersama tentang hubungan dan ikatan yang sama-sama mereka inginkan sehingga bersama-sama mereka bisa menjadi komunitas pembelajar dan pemimpin.
4. Bonding
Kepala sekolah dan personel bersatu dalam satu hubungan dan komitmen yang menjadikan pengembangan sekolah melembaga dalam kehidupan sehari-hari sekolah. Gaya kepemimpinan ini menekankan pada hubungan saling peduli dan tergantung yang dihasilkan dari pelaksanaan kewajiban dan komitmen bersama.
Budaya Organisasi Sekolah Efektif
Budaya organisasi sekolah merujuk pada kumpulan nilai-nilai, norma, keyakinan, tradisi, dan praktik-praktik yang membentuk identitas dan karakteristik unik dari lingkungan belajar sebuah sekolah. Ini mencakup bagaimana sekolah mengelola interaksi antara siswa, guru, staf, administrator, dan orang tua, serta bagaimana mereka berkomunikasi, bekerja sama, dan memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan operasi sehari-hari dan pencapaian tujuan pendidikan.
Peran Organisasi dalam Konteks Sekolah:
- Struktur dan tata kelola
- Pengaturan proses pendidikan
- Manajemen sumber daya
- Pengembangan budaya dan nilai sekolah
- Kolaborasi dan komunikasi
- Keterlibatan komunitas orang tua
- Pemantauan dan evaluasi
- Pengembangan profesional guru dan staf
KESIMPULAN
Manajemen pendidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengendalian berbagai sumber daya dalam sebuah institusi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan membantu menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik untuk institusi pendidikan, sehingga semua sumber daya dan aktivitas dapat diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengelola sumber daya seperti tenaga kerja, keuangan, fasilitas, dan waktu secara efektif, manajemen pendidikan berusaha untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan pengajaran yang optimal.
Manajemen pendidikan juga berperan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pengajaran dengan mengembangkan strategi, program, dan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan terkini dalam dunia pendidikan. Institusi pendidikan perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang terjadi di lingkungan eksternal dan internal. Manajemen pendidikan yang efektif mampu mengidentifikasi perubahan tersebut dan meresponsinya secara cepat dan efisien. Manajemen melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti siswa, orang tua, guru, staf administrasi, dan masyarakat secara umum adalah kunci dalam manajemen pendidikan yang sukses.
0 Komentar